People-pleaser

Iya, iya, dan iya.

Seolah kata di dunia ini cuma "iya."

Maunya bikin orang lain senang tanpa peduli sama kesenangan sendiri. Kalau begitu, dunia berpusat sama orang lain dan selalu tentang apa kata orang dong? Yep. Begitu memang cara berpikir makhluk people-pleasure.

Si people-pleaser ini selalu berusaha untuk menyenangkan orang banyak. Tentang dia sendiri bahagia atau enggak, urusan belakangan. Latar belakangnya adalah takut akan dianggap tidak menyenangkan, takut tidak memenuhi ekspektasi orang lain, dan takut pada hal-hal yang sebenarnya hanya ada di kepala mereka saja. Lupa bahwa diri sendiri juga butuh cinta dan bahagia yang harus diprioritaskan. Lalu siapa yang bertanggung jawab untuk itu? Ya diri sendiri. Orang lain yang selalu di-iya-kan malah mungkin gak sepeduli itu. 

People-pleaser ini juga bisa dibilang orang yang "gak-enakan." Sama sesuatu yang harusnya bisa dia tolak kalau gak sesuai sama keinginannya, sering kali malah tetap di-iya-kan. Apalagi kalau bukan karena takut kata "enggak" yang keluar dari mulutnya ngerusak mood orang lain dan bikin orang lain sedih, marah, ataupun kecewa.

Sederhana tapi efeknya ke banyak aspek kehidupan. Bayangkan people-pleaser ini mengiyakan semua kata orang-orang di sekelilingnya; keluarga, teman-teman, bahkan pasangan. Bayangkan akan selelah apa dia. :(

"Self-love is key to life"

Baca quote itu entah dimana, tapi benar adanya.

Mencintai diri sendiri berarti tahu diri. Sadar sama keadaan diri, kebahagiaan, termasuk hal-hal yang dia gak suka. Bukan maksa untuk selalu bahagia dalam segala kondisi. Gak mungkin juga. Manusia punya kapasitasnya masing-masing untuk merasakan bahagia dan sedih, bukan? Pada porsinya aja. Letakkan semua hal pada porsinya dan sewajarnya. Self-love juga berarti menghargai diri dan gak sama sekali merendahkan diri apapun yang terjadi. Sadar bahwa diri sendiri berharga dan orang pertama yang harus 'dipeluk' dalam segala kondisi. Karena pada akhirnya kita hanya punya diri sendiri saat gak ada telinga yang mau mendengarkan, ketika tangan orang lain sibuk memeluk yang lainnya. 

Agak sedih ya kalau dibayangkan. Hihi.

Tapi kiranya bisa jadi satu solusi buat people-pleaser; yaitu self-love.

Mencintai diri sendiri, tahu apa yang diinginkan, sadar sama apa yang nggak disukai. Pelan-pelan belajar buat berani bilang "enggak" ke orang lain. 

Kamu termasuk people-pleaser? 

Komentar