Monolog



Ada hal yang lebih penting dari sekadar mendengar; adalah memahami.

Manusia boleh mengeluh, tapi tidak untuk menyalahkan keadaan. Keluhkan saja semua yang mengganggu isi kepala. Asal jangan mengganggu siapapun yang dikeluhkan. Misal, bicara saja pada diri sendiri. Bermonologlah sesuka hatisambil ajak semesta ikut memeluk semua rasa sakit yang sedang kamu alami. Kamu berhak. Kamu boleh memutuskan akan menghadapi semua yang terjadi dengan caramu sendiri.

Tidak selalu, tapi kadang sesuatu juga butuh dipahami sebelum diputuskan. Termasuk isi kepalamu, suara hati kecilmu, semua yang berbicara pada dirimu yang lelah itu, tidak salah, Sayang. Mereka mengeluh pun karna lelah. Karena, mungkin saja, kamu belum mau memahami. Kamu hanya mendengar, lalu kemudian kamu lupakan. Mungkin juga, kamu menganggap itu semua hanya omong kosong yang kamu cap tidak penting sama sekali. 

Sayang, semesta tidak pernah berjanji akan mampu menolongmu selain dirimu sendiri. Memang benar, kamu punya circle-mu yang sangat kamu percayai itu. Tanya pada dirimu sendiri, apa kamu yakin telinga mereka akan sedia untuk bukan hanya mendengar, lebih dari itu, memahami jiwamu yang kelelahan menyimpan segalanya sendirian.
"No matter what, you're loved."
Adalah ungkapan yang benar yang harus selalu kamu tanamkan pada ruang kepala paling depan. Kamu ingat saat apapun yang terjadi dalam hidupmu. Kamu punya. Setidaknya, cintailah dirimu sendiri dulu. Supaya kamu tidak repot-repot mencari yang lain (walaupun akan selalu ada seseorang entah siapa, yang kamu lupa sadari kehadirannya). Bahkan akan ada banyak yang memberimu persepsi mereka tentang apa yang seharusnya kamu putuskan sendiri. Mereka jangan kamu biarkan mengambil andil untuk itu. Dengarkan dirimu, sebab hanya kamu yang memahami keadaanmu sebenarnya. Kalau kamu sebentar saja berani jujur pada dirimu, kamu tidak akan kalah oleh perspektif siapapun. Kamu sanggup menghadapi semuanya. Tenanglah. Jika butuh bantuan, pastikan kamu menemukan seseorang yang tepat; yang mampu menyimpan semua keluhmu tanpa mengubah persepsi baik, yang selama ini kamu yakini. Bukan hanya mendengar atau menyangkalmu, tapi memahami. Saat kamu telah mampu mencintai dirimu sendiri, adalah kamu sahabat terbaik saat apapun yang terjadi terasa menjadi beban untuk harimu yang seharusnya selalu menyenangkan.

Semangat!

Komentar