Perempuan


Perempuan itu isi kepalanya lebih liar,
Sungguh,
Laki-laki yang berani berjanji untuknya hari ini,
Akan diingatnya sampai satu windu sekalipun.

Perempuan itu isi kepalanya lebih liar,
Renjana,
Seolah dunianya mengorbit pada lelakinya,
Main-main tanpa singgah pada hatinya maka ia akan mati.

Perempuan itu isi kepalanya lebih liar,
Rindu,
Hingga menanak cemas yang berujung menerka-nerka,
Ia tahu ke mana rindunya akan pulang,
'Rumah' itu ada tapi seolah tiada,
'Rumah' itu tiada tapi seolah ada.

Sebab,
Segalanya begitu rumit,
Sekotak mawar merah atau putih,
Cokelat, manisan, gula-gula,
Pohon pinus pun bunga anyelir,
Rindunya seorang perempuan tetap butuh rumah untuk menetap.

Komentar